Selamat datang di Website Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek.

Website ini diharapkan sebagai media publikasi kepada masyarakat untuk memberikan informasi dan gambaran Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek dalam hal Pemerintahan Umum

 

BERITA

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Ribuan Siswa Trenggalek Menari Kolosal Turangga Yaksa

Print
Category: BERITA
Published on Thursday, 26 May 2016
Written by Super User

http://ilovetrenggalek.com/images/turangga.jpg

Lebih dari 1.400 siswa SD se-Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat menari Turangga Yaksa secara kolosal di taman alun-alun kota untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional sekaligus jelang 100 hari pemerintahan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.

Pagelaran tarian Turangga Yaksa masal yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga 15.00 WIB mendapat sambutan meriah warga Trenggalek. Acara digelar bersamaan dengan dimulainya Festival Rakyat Trenggalek yang berlangsung mulai Jumat hingga Minggu (22/5) dan disaksikan langsung oleh Bupati Emil yang menyempatkan belajar menari tarian kuda lumping khas Trenggalek bersama sejumlah penari cilik.

“Tarian ini sepertinya sederhana namun ternyata sangat rumit dan butuh keseimbangan serta konsentrasi tinggi,” ujarnya di akhir pementasan tari kolosal turangga yaksa.

Ia berharap tarian turangga yaksa yang menjadi kesenian khas Trenggalek terus dilestarikan. Menurutnya, pembinaan sejak dini perlu dilakukan di semua wilayah termasuk dengan melibatkan lembaga pendidikan formal mulai tingkat SD hingga SMA agar tarian turangga yaksa dikenali oleh generasi muda setempat.

“Saya berjanji untuk terus memperkenalkan seni-budaya Trenggalek agar diakui dan bahkan dipelajari oleh pecinta seni-budaya daerah, baik tingkat nasional maupun mancanegara,” kata Emil.

Emil yang tampil mengenakan pakaian khas adat Jawa sebagaimana ribuan penari cilik lain juga mengabarkan rencana kunjungan mahasiswa Jepang ke Trenggalek untuk mempelajari tarian turangga yaksa.

“Kita semua patut berharap momentum itu bisa digunakan untuk memperkenalkan adat-budaya Trenggalek ke dunia internasional,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Kusprigianto mengatakan kegiatan menari tarian turangga yaksa sedianya diikuti oleh 3.000 siswa-siswi SD dari 14 kecamatan se-Trenggalek. Namun karena persiapan mepet, kata dia, jumlah peserta akhirnya dibatasi hanya 1.400-an siswa.

Dalam pementasan tari kolosal perdana tersebut, kata dia, ada tiga kecamatan yang akhirnya tidak mengirimkan delegasi karena alasan jarak jangkau wilayah yang terlalu jauh dari pusat kota, yakni dari Kecamatan Panggul, Munjungan, serta Watulimo.

“Kami berharap kegiatan ini bisa digelar tiap tahun dan melibatkan seluruh perwakilan siswa di tiap kecamatan,” kata Kusprigianto.

sumber : Antara

BANDARA DI TRENGGALEK

Print
Category: BERITA
Published on Tuesday, 24 May 2016
Written by Super User

Jakarta -Bupati Trenggalek Emil Elestianto berniat membangun banyak infrastruktur di daerahnya. Salah satunya adalah bandar udara (bandara).

"Trenggalek memang paling jauh letaknya, masih lewat Sidoarjo, baru turun di jurusan terakhir kalau naik bis. Jarak paling dekat ke bandara adalah 100 km, 3 jam lama perjalanan. Maka berhubungan dengan Menteri Perhubungan untuk membangun bandara guna melepas kami dari keisolasian daerah," katanya dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (27/2/2016).

"Saya memilih lokasi untuk bangun bandara di dekat Trenggalek dan dekat daerah-daerah sekitar Trenggalek, seperti Kediri, Tulungagung, Ponorogo, dan Blitar. Terutama daerah pesisir yang hendak kita kembangkan, seperti di daerah Trenggalek ada Pantai Panggul, Prigi, Popoh. Di daerah Tulungagung, ada Pantai Kedung Tumpang, sementara di daerah Blitar ada pantai Tambakrejo dan Jolosutro," tambahnya.

Selaln itu, kata dia, Trenggalek juga punya pantai yang indah dan eksotis seperti di Bali. Guna membuka akses ke sana, harus dibangun aneka infrastruktur.

"Kami punya prinsip bahwa setiap daerah berhak membangun. Bahwa setiap kepala daerah berhak membawa daerahnya unggul," katanya.

Ia juga ingin Trenggalek bisa menguasai jalur perdagangan Samudera Hindia. Salah satu caranya dengan membangun proyek Pelabuhan Prigi.

"Bagaimana kita bisa menguasai jalur perdagangan di Samudera Hindia, dengan membangun proyek Pelabuhan Prigi di selatan Trenggalek. Maka akan ada outlet untuk kirim barang dari Trenggalek (selatan) ke Jakarta atau luar Trenggalek," ujarnya.

Saat ini, kata dia, mengirim barang ke Jakarta dari Trenggalek lebih mahal ketimbang mengirim ke Singapura. Dengan adanya proyek Pelabuhan ini maka hal tersebut bisa berubah.

"Berinovasi dengan coba mendorong pembangunan infrastruktur ke daerah yang kecil-kecil, jalan untuk mengefisiensikan belanja rutin Trenggalek. Salah satunya memfasilitasi anak sekolah dengan bus sekolah," katanya.

(ang/dna)

HUTAN DURIAN TERLUAS DI DUNIA ADA DI TRENGGALEK

Print
Category: BERITA
Published on Monday, 23 May 2016
Written by Super User

Ada Hutan Durian Terluas Sedunia di Trenggalek

Dengan luas lahan mencapai 650 hektar, Hutan Durian Internasional di Desa Sawahan, Trenggalek, Jawa Timur, menjadi hutan durian terbesar di dunia.

Ada Hutan Durian Terluas Sedunia di TrenggalekTugu durian yang menyambut pengunjung di Kebun Durian Warso. (Muhammad Irzal Adiakurnia/Kompas.com)

Dengan luas lahan mencapai 650 hektar, Hutan Durian Internasional di Desa Sawahan, Trenggalek, Jawa Timur, menjadi  hutan durian terbesar di dunia. (Baca : Sejarah Panjang Durian Merah Banyuwangi, dari Hutan Kalimantan Jadi Obat Masa Majapahit)

Jumat, (13/5/2016), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencanangkan hutan durian internasional (Internasional Durio Forestry) tersebut.

Mentan menyebutkan,  Trenggalek merupakan kabupaten terkaya di Indonesia dalam sektor pertanian. Namun, dia menilai cara penjualan dan kreativitas olahan hasil pertanian maupun perkebunan masih kurang.

“Kalau aku bilang, kabupaten terkaya berada di sini di Trenggalek, namun yang mahal adalah inovasinya. Potensi pertanian semua tersedia disini. Tinggal bagaimana petani bisa mengolah, mengemas sehingga menjadi produk yang mempunyai harga jual tinggi," ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk mengembangkan para petani durian di kabupaten Trenggalek, pemerintah pusat akan menyiapkan bibit unggul. Petani diminta untuk memanfaatkan areal lahan hutan untuk ditanam bibit durian.

“Dengan luasan lahan sebesar 600 hektar lebih, kita manfaatkan setiap jengkal yang ada dengan menanam durian lebih banyak. Bibit serta biaya semua disediakan oleh pemerintah pusat," katanya. (Baca pula : 5 Mahasiswa Ini "Sulap" Biji Durian Menjadi Plastik Ramah Lingkungan)

Saat ini, jenis durian yang unggul di kawasan Desa Sawahan adalah  durian ripto dan durian kunir. Dengan cita rasa dan daging durian yang tebal dan nikmat, kedua jenis durian bisa bersaing dengan durian dari negara lain.

“Banyak jenis varian durian lokal tersedia di sini, namun untuk jenis durian ripto dan kunir, merupakan yang paling unggul. Bahkan jenis kedua durian ini, bisa bersaing di pasar internasional," ujar Imam Muchosim, petani durian di Desa Sawahan.

Mentan sendiri turut menanam durian jenis ripto, dan menandatangi prasasti pencanangan Hutan Durian Internasional.

(Slamet Widodo / Kompas.com)

 

Subcategories

KOMENTAR DI SINI

FORM PENGADUAN